Kimono (着物) adalah pakaian tradisional Jepang. Arti harfiah kimono adalah baju atau sesuatu yang dikenakan (ki berarti pakai, dan mono berarti barang).
Kimono sekarang ini lebih sering dikenakan wanita pada kesempatan
istimewa. Wanita yang belum menikah mengenakan sejenis kimono yang
disebut furisode. Ciri khas furisode adalah lengan yang lebarnya hampir menyentuh lantai. Perempuan yang genap berusia 20 tahun mengenakan furisode untuk menghadiri seijin shiki. Pria mengenakan kimono pada pesta pernikahan, upacara minum teh, dan acara formal lainnya. Ketika tampil di luar arena sumo, pesumo profesional diharuskan mengenakan kimono. Anak-anak mengenakan kimono ketika menghadiri perayaan Shichi-Go-San. Selain itu, kimono dikenakan pekerja bidang industri jasa dan pariwisata, pelayan wanita rumah makan tradisional (ryōtei) dan pegawai penginapan tradisional (ryokan).
Rabu, 17 Oktober 2012
Kompenian
Selain motif Mega Mendung, Batik Cirebon
juga memiliki motif khas, yaitu motif Kompeni. Motif ini konon dulunya
diciptakan oleh pengusaha Belanda di Cirebon pada saat jaman penjajahan
dulu.
Adapun ciri motif kompeni adalah biasanya
tentang kehidupan tentara kompeni jaman dulu dengan ciri khas membawa
bedil/senapan, ada juga tentang kehidupan petani, pedagang. Intinya ciri
motif batik kompeni ialah bercerita tentang kehidupan, baik jaman dulu
waktu semasa penjajahan Belanda ataupun jaman sekarang
Mega Mendung
Motif batik Megamendung merupakan karya seni batik yang identik dan bahkan menjadi ikon batik daerah Cirebon. Kekhasan motif megamendung tidak saja pada motifnya yang berupa gambar
menyerupai awan dengan warna-warna tegas, tetapi juga nilai-nilai
filosofi yang terkandung di dalam motifnya. Hal ini berkaitan erat
dengan sejarah lahirnya batik secara keseluruhan di Cirebon.
Langganan:
Komentar (Atom)


