Senin, 22 Oktober 2012

Batik Encim Cirebon

Hampir di seluruh wilayah Jawa memiliki kekayaan budaya batik yang khas. tentu saja ada daerah-daerah yang lebih menonjol seperti Solo, Yogya, dan Pekalongan. tetapi kekayaan seni batik daerah Cirebon juga tidak kalah dibanding kota-kota lainnya.
Menurut sejarahnya, di daerah cirebon terdapat pelabuhan yang ramai disinggahi berbagai pendatang dari dalam maupun luar negri. Salah satu pendatang yang cukup berpengaruh adalah pendatang dari Cina yang membawa kepercayaan dan seni dari negerinya.
Dalam Sejarah diterangkan bahwa Sunan Gunung Jati yang mengembangkan ajaran Islam di daerah Cirebon menikah dengan seorang putri Cina Bernama Ong Tie. Istri beliau ini sangat menaruh perhatian pada bidang seni, khususnya keramik. Motif-motif pada keramik yang dibawa dari negeri cina ini akhirnya mempengaruhi motif-motif batik hingga terjadi perpaduan antara kebudayaan Cirebon-Cina.

Batik Encim adalah identitas utama wanita peranakan Tionghoa. Pada jaman sekarang wanita peranakan Tionghoa hampir jarang memakai kebaya Encim lagi, kecuali pada acara-acara tertentu. Tetapi ini bukan berarti bahwa batik Encim sudah dilupakan
orang sama sekali. Motif batik Encim sebenarnya adalah batik yang dipengaruhi oleh campuran budaya Tionghoa dan budaya Belanda (Eropa). 

Warnanya diinspirasikan oleh warna porselin "famille rose" dan "famille verte" (porselin dari periode
dinasti Ching) yang berwarna pastel dadu (pink) dan biru, sedangkan motif Eropa yaitu "buketan" atau segenggam bunga (berasal dari kata bouquet).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar